LAMPUNG -- Bank Indonesia bekerjasama dengan beberapa pihak termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asbisindo, OJK, BMPD, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Generasi Baru Indonesia (GenBI), kembali menggelar Festival Lampung Syariah (FLASH) 2017.
Kegiatan Festival Lampung Syariah 2017, akan dilaksanakan di Mal Boemi Kedaton selama sembilan hari, pada tanggal 8 - 16 Mei 2017.
Analis Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan KPw BI Provinsi Lampung Eko Listiyono, dalam konferensi persnya yang digelar dikantor BI Lampung, beberapa waktu lalu, menjelaskan, Acara ni adalah kali kedua setelah even yang sama diselenggarakan Oktober tahun 2016 lalu.
Dalam penyelenggaraannya ini, ada beberapa rangkaian acara yang akan digelar diantaranya bazaar, bedah buku, talkshow dan perlombaan.
Adapun lombanya antara lain lomba kaligrafi, dai cilik, nasyid, marawis, sikam hulun lappung, entrepeneur muda syariah, duta ekonomi syariah, olimpiade ekonomi syariah dan kebanksentralan (sikam pandai) dan hijab hunt.
"Untuk tahun 2017 agak beda memang dengan tahun sebelumnya, karena jumlah kegiatannya lebih besar, untuk bazaar juga lebih besar dibanding tahun lalu" ujar dia.
Tujuan utamanya adalah untuk lebih memperkenalkan ke masyarakat mengenai kegiatan yang terkait dengan ekonomi syariah.
"Intinya tahun ini kami lebih menggemakan agar masyarakat lebih berminat, dan kegiatan terkait dengan ekonomi syariah lebih berkembang lagi" tambahnya.
Rangkaian kegiatan tersebut merujuk pada satu tema, yaitu mendorong Kegiatan Kewirausahaan dan UMKM Berbasis Syariah, salah satunya pada saat bazaar.
Di acara tersebut, akan ada 50 booth, lebih dari separuhnya adalah UMKM, yang menyediakan produk - produk syariah.
Seperti, busana syariah, kosmetik syariah, travel syariah, buku - buku pendidikan syar'i dan makanan-makanan bersertifikasi halal dan lainnya. Ada juga booth yang menyediakan produk perbankan syariah seperti asuransi dan lainnya.
Agenda terbaru dari Flash, yang belum ada di tahun lalu, ialah sikam ulun lappung, sesi ini diadakan dengan tujuan untuk menggali kebudayaan Lampung, juga untuk menyemarakkan sekaligus bentuk kepedulian Bank Indonesia sebagai salah satu institusi yang juga ingin memajukan kebudayaan Lampung.
Diharapkan dengan adanya Festival tersebut, masyarakat bisa tahu bahwa sebenarnya kegiatan ekonomi yang berbasis syariah, bukan satu hal yang susah, tetapi adalah sebenarnya apa yang sudah kita lakukan selama ini, sudah banyak yang terkait dengan unsur syariah.
"Kami menggelar acara di lokasi yang strategis, harapannya supaya menarik minat pengunjung, juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang syariah" tutupnya. (BT)

Komentar
Posting Komentar